Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan masih menghadapi tekanan dalam jangka pendek setelah menembus level penting di bawah 1,1720. Namun, analis dari United Overseas Bank (UOB) menilai pelemahan tersebut belum cukup kuat untuk mendorong harga menuju support utama di 1,1665 dalam waktu dekat.
Strategi UOB, Quek Ser Leang dan Lee Sue Ann, menyebutkan bahwa dalam beberapa minggu ke depan, EUR/USD kemungkinan akan bergerak dalam kisaran terbatas.
Momentum Turun Meningkat, Namun Masih Terbatas
Dalam pandangan jangka pendek (24 jam), analis mencatat bahwa Euro sebelumnya sempat turun ke level 1,1718 sebelum mengalami pemulihan. Saat diperdagangkan di sekitar 1,1745 pada sesi Asia, tekanan jual mulai meningkat.
EUR/USD kemudian menembus level 1,1720 dan mencatatkan penurunan lebih lanjut hingga 1,1702. Meski arah pergerakan masih condong ke bawah, momentum penurunan dinilai belum cukup kuat untuk menguji area support utama di 1,1665.
Analis juga mengidentifikasi level support tambahan di 1,1685, sementara resistance terdekat berada di 1,1730. Jika harga mampu menembus 1,1745, hal tersebut dapat menjadi sinyal awal bahwa tekanan penurunan mulai mereda.
Proyeksi Pergerakan Dalam Kisaran Beberapa Minggu
Untuk jangka waktu satu hingga tiga minggu, analis UOB memperkirakan EUR/USD masih akan bergerak dalam kisaran terbatas.
Sebelumnya, kisaran pergerakan diperkirakan berada di antara 1,1665 hingga 1,1840. Namun, dengan kondisi pasar saat ini, rentang tersebut dipersempit menjadi sekitar 1,1665 hingga 1,1795.
Meskipun terdapat peningkatan tekanan jual dalam jangka pendek, pergerakan tersebut belum cukup kuat untuk mengindikasikan tren penurunan yang berkelanjutan.
Level Kunci Masih Jadi Penentu Arah Selanjutnya
Dalam jangka lebih panjang, analis masih melihat potensi penguatan Euro, meskipun level 1,1800 tetap menjadi hambatan utama yang perlu ditembus untuk membuka peluang kenaikan lebih lanjut.
Pergerakan EUR/USD saat ini masih berada dalam fase konsolidasi, dengan pasar menunggu katalis baru untuk menentukan arah berikutnya.