USD/CAD Melemah di Tengah Lonjakan Harga Minyak dan Ketegangan Timur Tengah

USD/CAD Melemah di Tengah Lonjakan Harga Minyak dan Ketegangan Timur Tengah

Pasangan mata uang USD/CAD mengalami tekanan pada perdagangan sesi Asia hari Kamis setelah reli pada sesi sebelumnya. Penurunan ini dipicu oleh penguatan Dolar Kanada (CAD) yang mendapat dukungan dari lonjakan harga minyak global.

CAD dikenal sebagai mata uang yang sensitif terhadap komoditas, terutama minyak. Penutupan efektif Selat Hormuz akibat konflik di Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan energi global dan menyoroti Kanada sebagai pemasok energi alternatif yang penting bagi Amerika Serikat.

Dalam kondisi ini, USD/CAD diperdagangkan di sekitar level 1,3580, mencerminkan penguatan relatif Dolar Kanada terhadap Greenback.

Lonjakan Harga Minyak Dorong Penguatan CAD

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melanjutkan kenaikannya untuk sesi ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar $91,60 per barel saat laporan ini ditulis.

Kenaikan tersebut terjadi karena kekhawatiran pasar terhadap potensi konflik berkepanjangan yang melibatkan Iran. Risiko geopolitik tersebut membuat pasokan energi global dipandang semakin ketat.

Lonjakan harga minyak bahkan mengalahkan sentimen dari keputusan sejumlah negara besar untuk melakukan pelepasan cadangan minyak darurat.

Badan Energi Internasional (IEA) telah menyetujui pelepasan sekitar 400 juta barel minyak, yang menjadi salah satu langkah intervensi terbesar dalam sejarah. Namun pasar menilai langkah tersebut masih belum cukup untuk mengimbangi potensi gangguan pasokan akibat konflik geopolitik.

Ketegangan Timur Tengah Meningkat

Situasi geopolitik semakin memanas setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah meluncurkan operasi militer bersama dengan Hezbollah Lebanon terhadap sejumlah target di kawasan Timur Tengah.

Target operasi dilaporkan mencakup wilayah Israel, Yordania, dan Arab Saudi.

Di sisi lain, pemerintah Bahrain juga melaporkan bahwa Iran menargetkan fasilitas bahan bakar di wilayah Provinsi Muharraq, salah satu pusat administratif utama negara tersebut.

Perkembangan ini memperkuat kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik yang dapat memengaruhi jalur distribusi energi global.

Dolar AS Tetap Didukung Risiko Inflasi

Meskipun USD/CAD mengalami tekanan, penurunan pasangan ini kemungkinan terbatas karena Dolar AS masih menunjukkan kekuatan relatif.

Lonjakan harga energi meningkatkan risiko inflasi di Amerika Serikat, yang pada gilirannya mengurangi ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) dalam waktu dekat.

Data Inflasi AS Stabil

Data Indeks Harga Konsumen (IHK) Amerika Serikat untuk bulan Februari yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan bahwa inflasi masih berada di jalur yang relatif stabil.

Inflasi utama tercatat naik 0,3% secara bulanan (MoM) dan 2,4% secara tahunan (YoY), sejalan dengan perkiraan pasar.

Sementara itu, inflasi inti yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi meningkat 0,2% secara bulanan dan 2,5% secara tahunan.

Angka tersebut membantu meredakan kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi mendadak. Namun para analis menilai data ini belum sepenuhnya mencerminkan dampak kenaikan harga energi terbaru yang dipicu oleh konflik geopolitik.

Fokus Pasar Beralih ke Data PCE

Investor kini mengalihkan perhatian pada rilis data Personal Consumption Expenditure (PCE) Amerika Serikat yang dijadwalkan pada hari Jumat.

Indikator ini merupakan ukuran inflasi favorit Federal Reserve dan sering digunakan sebagai acuan utama dalam menentukan arah kebijakan moneter.

Jika tekanan inflasi kembali meningkat, ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga oleh The Fed dapat semakin berkurang, yang berpotensi memberikan dukungan tambahan bagi Dolar AS di pasar global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *