Menjelang keputusan FOMC pada Kamis, 29 Oktober 2026 pukul 01.00 WIB, pasar memperhitungkan peluang sekitar 91% bahwa The Fed menahan suku bunga di 3,75%–4,00%. Namun peluang kenaikan hingga Desember masih sekitar 73%. Angka kedua inilah yang paling membebani emas.

Mengapa Ekspektasi Kenaikan Menekan Emas?
- Emas tidak memberi bunga. Saat suku bunga naik, biaya peluang memegang emas meningkat.
- Dolar cenderung menguat, sehingga emas lebih mahal bagi pembeli non-dolar.
- Yield Treasury naik, dengan tenor 10 tahun di sekitar 4,99%.
Dua Hal yang Ditunggu dari FOMC
| Yang ditunggu | Dampak ke emas |
|---|---|
| Pernyataan soal inflasi | Nada khawatir menekan emas |
| Sinyal untuk Desember | Konfirmasi kenaikan menekan emas; keraguan mendukung emas |
| Proyeksi ekonomi | Perlambatan dapat mendukung emas |
Cara membaca pernyataan FOMC dibahas di cara membaca pernyataan FOMC untuk trader emas.
Penopang Emas di Sisi Lain
- Arus masuk ETF emas yang tercatat rekor pada kuartal III menurut World Gold Council.
- Pembelian bank sentral yang tetap kuat.
- Harga minyak yang turun mengurangi ekspektasi inflasi dan tekanan bagi Fed.
Skenario
- Fed menahan dan memberi sinyal Desember terbuka: emas bisa bertahan di area US$4.000–4.110.
- Fed menahan dengan nada sangat ketat: emas berisiko menguji US$3.975 dan 3.895.
- Fed meragukan kenaikan lanjutan: emas berpeluang menembus US$4.110.
Peta level emas terbaru ada di emas pulih ke US$4.060. Data peluang suku bunga dapat dipantau di CME FedWatch.
Artikel ini bersifat informasi dan edukasi, bukan sinyal atau rekomendasi transaksi. Trading emas dan forex menggunakan leverage dan berisiko tinggi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa peluang Fed menaikkan suku bunga hingga Desember?
Pasar memperhitungkan peluang sekitar 73% kenaikan suku bunga The Fed hingga Desember 2026.
Mengapa ekspektasi kenaikan suku bunga menekan emas?
Karena emas tidak memberi bunga, sehingga biaya peluang memegang emas naik, dan dolar cenderung menguat.
Apa yang menopang emas meski suku bunga tinggi?
Arus masuk ETF emas yang kuat, pembelian bank sentral, dan harga minyak yang turun sehingga ekspektasi inflasi mereda.


