Sebagai instruktur trading profesional, saya sering mendapati pertanyaan yang sama dari para trader pemula: “Apakah saya harus selalu trading EUR/USD atau USD/JPY?” Jawaban singkatnya adalah tidak. Dunia forex jauh lebih luas dari sekadar pasangan yang melibatkan Dolar Amerika Serikat (USD). Di sinilah minor pairs atau yang lebih dikenal sebagai currency crosses memainkan peran penting.
Minor pairs adalah kelompok pasangan mata uang utama yang diperdagangkan tanpa melibatkan USD sama sekali. Contoh paling populer adalah EUR/GBP, EUR/JPY, GBP/JPY, dan AUD/JPY. Meskipun volume perdagangannya tidak sebesar major pairs, minor pairs menawarkan diversifikasi, peluang unik, dan dinamika pasar yang berbeda yang dapat dimanfaatkan oleh trader berpengalaman maupun pemula yang ingin mengembangkan portofolio trading mereka.
Artikel ini akan membahas secara mendalam pengertian minor pairs, daftar pasangan yang paling sering diperdagangkan, karakteristik khusus masing-masing pasangan, serta strategi praktis untuk memanfaatkan peluang yang ada. Platform seperti RRFX menyediakan akses langsung ke seluruh minor pairs populer ini dengan kondisi trading yang kompetitif.
Apa Itu Minor Pairs (Currency Crosses)?
Dalam ekosistem pasar forex global, pasangan mata uang dikelompokkan menjadi tiga kategori utama: major pairs, minor pairs, dan exotic pairs. Minor pairs, atau crosses, adalah pasangan mata uang yang terbentuk dari dua mata uang utama dunia — namun tidak satupun di antaranya adalah USD.
Untuk memahami mengapa ini penting, kita perlu sedikit memahami sejarahnya. Sebelum era globalisasi keuangan modern, jika seorang pedagang di Jepang ingin menukarkan Yen-nya ke Euro, prosesnya harus melalui dua langkah: pertama mengkonversi JPY ke USD, kemudian mengkonversi USD ke EUR. Proses ini tidak efisien dan mahal. Seiring berkembangnya pasar forex, pasangan mata uang langsung seperti EUR/JPY pun lahir — menghilangkan kebutuhan akan USD sebagai perantara.
Secara teknis, minor pairs tetap dihitung secara implisit menggunakan USD di balik layar oleh sistem perbankan internasional, tetapi sebagai trader, Anda cukup memperdagangkannya secara langsung tanpa harus memikirkan konversi tersebut.
Definisi Resmi: Minor pairs adalah pasangan mata uang forex yang terdiri dari dua mata uang mayor selain USD, sehingga tidak mencantumkan Dolar AS secara langsung dalam kuotasinya.
Perbedaan Major Pairs, Minor Pairs, dan Exotic Pairs
Sebelum mendalami minor pairs lebih jauh, penting untuk memahami posisinya di antara kategori pasangan mata uang lainnya.
Major Pairs
Major pairs adalah pasangan yang selalu melibatkan USD di salah satu sisi. Contohnya: EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY, AUD/USD, USD/CAD, USD/CHF, dan NZD/USD. Pasangan ini memiliki likuiditas tertinggi, spread paling ketat, dan volume transaksi terbesar di seluruh dunia. Karena melibatkan ekonomi terbesar di planet ini, major pairs menjadi pilihan utama bagi sebagian besar trader.
Minor Pairs (Crosses)
Minor pairs terbentuk dari kombinasi mata uang mayor tanpa USD. EUR/GBP, EUR/JPY, GBP/JPY, EUR/AUD, AUD/JPY, GBP/CHF, dan EUR/CHF adalah beberapa contoh yang paling aktif diperdagangkan. Likuiditasnya lebih rendah dari major pairs namun masih jauh lebih tinggi dibandingkan exotic pairs. Spread yang ditawarkan biasanya sedikit lebih lebar dari major pairs.
Exotic Pairs
Exotic pairs melibatkan satu mata uang mayor dan satu mata uang dari negara berkembang atau ekonomi yang lebih kecil. Contohnya USD/IDR (Dolar AS vs Rupiah Indonesia), EUR/TRY (Euro vs Lira Turki), atau USD/MXN (Dolar vs Peso Meksiko). Likuiditas relatif rendah, spread lebih lebar, dan volatilitas bisa sangat tinggi.
Daftar Minor Pairs Paling Populer dan Karakteristiknya
Berikut adalah pasangan-pasangan minor yang paling banyak diperdagangkan di pasar forex global, lengkap dengan karakteristik unik masing-masing.
1. EUR/GBP (Euro vs Pound Sterling Inggris)
EUR/GBP adalah salah satu minor pairs dengan volume perdagangan tertinggi di dunia, mengingat kedekatan geografis dan hubungan ekonomi yang sangat erat antara Zona Euro dan Inggris. Meski kini Inggris telah meninggalkan Uni Eropa melalui Brexit, hubungan dagang keduanya masih sangat signifikan.
Karakteristik utama EUR/GBP adalah pergerakannya yang relatif lambat dan stabil dibandingkan pasangan lain. Range harian yang sempit ini menjadikannya pilihan menarik bagi trader yang menghindari volatilitas ekstrem. Namun, pada saat rilis data ekonomi besar dari Inggris (seperti keputusan suku bunga Bank of England) atau dari kawasan Eropa (keputusan European Central Bank/ECB), pasangan ini bisa bergerak tajam dalam waktu singkat.
Spread EUR/GBP di platform RRFX tergolong kompetitif, menjadikannya pilihan efisien bagi trader yang menerapkan strategi range trading atau swing trading.
2. EUR/JPY (Euro vs Yen Jepang)
EUR/JPY sering disebut sebagai “Yuppy” di kalangan trader profesional. Pasangan ini dikenal dengan volatilitas yang lebih tinggi dibandingkan EUR/GBP karena menggabungkan dinamika ekonomi kawasan Eropa dengan kebijakan moneter unik Bank of Japan (BOJ) yang selama bertahun-tahun mempertahankan suku bunga sangat rendah bahkan negatif.
JPY secara tradisional berfungsi sebagai safe-haven currency — mata uang yang dicari investor saat terjadi ketidakpastian global. Ketika sentimen pasar memburuk (risk-off), JPY menguat, menyebabkan EUR/JPY turun. Sebaliknya, dalam kondisi risk-on, investor meninggalkan aset safe-haven dan EUR/JPY cenderung naik. Memahami dinamika risk appetite global adalah kunci untuk trading EUR/JPY secara efektif.
3. GBP/JPY (Pound Sterling vs Yen Jepang)
GBP/JPY, yang sering dijuluki “The Dragon” atau “Geppy” oleh trader berpengalaman, adalah salah satu pasangan paling volatil di antara minor pairs. Kombinasi antara Pound Sterling yang sensitif terhadap berita politik dan ekonomi Inggris, dengan Yen Jepang yang berfungsi sebagai safe-haven, menciptakan pergerakan harga yang bisa sangat dramatis — bahkan ratusan pips dalam satu sesi trading.
Pasangan ini menawarkan peluang profit yang besar, tetapi risikonya juga proporsional. GBP/JPY sangat cocok untuk trader dengan toleransi risiko tinggi dan pengalaman yang sudah cukup matang. Pemula sebaiknya mempelajari pasangan ini secara mendalam di akun demo RRFX sebelum mempertaruhkan modal riil.
4. EUR/CHF (Euro vs Franc Swiss)
EUR/CHF adalah salah satu pasangan paling unik dalam kategori minor pairs. Franc Swiss (CHF) juga merupakan safe-haven currency, seperti JPY. Namun, kedekatan geografis dan ekonomi antara Swiss dan Uni Eropa membuat korelasi antara EUR dan CHF sangat tinggi dalam kondisi normal.
Pasangan ini menjadi terkenal pada Januari 2015, ketika Swiss National Bank (SNB) secara tiba-tiba menghapus batas kurs 1.20 yang selama ini dipertahankan terhadap Euro. Akibatnya, EUR/CHF jatuh sekitar 30% dalam hitungan menit — sebuah kejadian yang menjadi pelajaran berharga tentang risiko kebijakan bank sentral dalam trading forex.
5. AUD/JPY (Dolar Australia vs Yen Jepang)
AUD/JPY adalah barometer sentimen pasar yang sangat populer di kalangan trader institusional. Dolar Australia sangat sensitif terhadap harga komoditas (terutama bijih besi dan batubara) serta pertumbuhan ekonomi China sebagai mitra dagang terbesar Australia. Sementara JPY adalah safe-haven klasik.
Pasangan ini cenderung naik dalam kondisi pasar yang optimis (risk-on) dan turun saat terjadi kepanikan atau ketidakpastian global (risk-off). Banyak trader menggunakan AUD/JPY sebagai indikator awal untuk mengukur appetit risiko pasar secara keseluruhan sebelum membuat keputusan trading di aset lain.
6. GBP/CHF (Pound Sterling vs Franc Swiss)
GBP/CHF menggabungkan volatilitas Pound dengan sifat safe-haven Franc Swiss, menghasilkan pasangan yang pergerakannya cukup dinamis. Pasangan ini sangat responsif terhadap perkembangan Brexit pasca-2016, kebijakan Bank of England, dan secara periodik juga dipengaruhi oleh kebijakan SNB.
7. EUR/AUD (Euro vs Dolar Australia)
EUR/AUD menawarkan eksposur yang menarik antara ekonomi kawasan Eropa dan ekonomi berbasis komoditas Australia. Pasangan ini cenderung memiliki range harian yang lebih lebar dibandingkan EUR/GBP, memberikan lebih banyak peluang bagi day trader maupun swing trader.
8. EUR/CAD (Euro vs Dolar Kanada)
Dolar Kanada (CAD) sangat dipengaruhi oleh harga minyak mentah karena Kanada adalah eksportir minyak besar. EUR/CAD dengan demikian juga sensitif terhadap perkembangan harga energi global, membuat pasangan ini menarik ketika terjadi perubahan signifikan di pasar komoditas.
Mengapa Trading Minor Pairs? Keunggulan dan Peluang
Banyak trader, terutama yang baru memulai, bertanya mengapa harus mempertimbangkan minor pairs ketika major pairs sudah menawarkan banyak peluang. Berikut adalah alasan-alasan kuat yang membuat minor pairs layak untuk dipertimbangkan dalam strategi trading Anda.
Diversifikasi Portofolio
Dengan hanya trading major pairs yang melibatkan USD, portofolio Anda secara tidak langsung sangat bergantung pada berita dan sentimen seputar ekonomi Amerika Serikat. Ketika rilis data NFP (Non-Farm Payroll) atau keputusan The Fed mendominasi pasar, hampir semua major pairs bergerak dalam pola yang saling berkorelasi. Minor pairs memungkinkan Anda mendiversifikasi eksposur ke faktor-faktor ekonomi yang berbeda — kebijakan ECB, kebijakan BOJ, kondisi ekonomi Inggris pasca-Brexit, dan sebagainya.
Menghindari Dampak Data Ekonomi AS
Rilis data ekonomi penting AS seperti NFP, keputusan suku bunga The Fed, atau data inflasi CPI dapat menyebabkan lonjakan volatilitas ekstrem pada semua major pairs secara bersamaan. Trader yang hanya fokus pada minor pairs dapat menghindari eksposur langsung terhadap risiko ini, meskipun tetap perlu waspada karena pengaruh USD secara tidak langsung masih ada.
Peluang dari Ketidakseimbangan Kebijakan Moneter
Salah satu daya tarik terbesar minor pairs adalah kemampuan trader untuk mengambil posisi berdasarkan perbedaan kebijakan moneter antara dua bank sentral non-AS. Misalnya, ketika ECB mengisyaratkan pelonggaran moneter sementara Bank of England cenderung hawkish, EUR/GBP berpotensi turun. Divergensi kebijakan moneter ini sering menghasilkan tren yang kuat dan berkelanjutan pada minor pairs.
Spread Kompetitif di Broker Terpercaya
Meski spread minor pairs umumnya lebih lebar dari major pairs, broker bereputasi seperti RRFX menawarkan spread yang cukup kompetitif pada pasangan-pasangan populer seperti EUR/JPY, EUR/GBP, dan GBP/JPY, menjadikan biaya trading tetap terkelola dengan baik.
Risiko dan Tantangan Trading Minor Pairs
Sebagai instruktur trading profesional, saya selalu menekankan bahwa setiap peluang datang bersama risiko yang proporsional. Minor pairs bukan pengecualian.
Spread Lebih Lebar
Dibandingkan major pairs seperti EUR/USD, spread minor pairs bisa dua hingga tiga kali lebih lebar. Ini berarti biaya transaksi yang lebih tinggi, yang sangat mempengaruhi profitabilitas bagi trader scalper yang membuka dan menutup posisi dalam waktu sangat singkat. Pastikan Anda memperhitungkan spread dalam kalkulasi risk-reward sebelum memasuki posisi.
Likuiditas Lebih Rendah di Luar Sesi Utama
Minor pairs, terutama yang melibatkan mata uang Eropa, cenderung memiliki likuiditas yang lebih rendah di luar jam perdagangan sesi London dan sesi tumpang tindih London-New York. Pada sesi Asia yang lebih sepi, spread bisa melebar signifikan dan pergerakan harga menjadi kurang dapat diprediksi. Trader di Indonesia yang beroperasi dalam zona waktu WIB perlu memperhatikan jadwal trading yang optimal.
Analisis yang Lebih Kompleks
Trading minor pairs membutuhkan pemantauan terhadap dua ekonomi sekaligus tanpa “anchor” dari dinamika USD yang sudah familiar. Misalnya, untuk trading EUR/JPY dengan baik, Anda perlu mengikuti perkembangan ekonomi Zona Euro dan kebijakan ECB, sekaligus memahami kebijakan BOJ dan kondisi ekonomi Jepang. Ini membutuhkan riset dan analisis yang lebih komprehensif.
Volatilitas Tidak Terduga
Beberapa minor pairs, terutama yang melibatkan JPY atau GBP, dapat mengalami lonjakan volatilitas yang sangat tajam dalam waktu singkat — terutama saat rilis data ekonomi penting atau pernyataan mendadak dari bank sentral terkait. Pengelolaan risiko yang ketat, termasuk penggunaan stop loss, adalah keharusan mutlak.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Minor Pairs
Memahami apa yang menggerakkan minor pairs adalah fondasi dari setiap strategi trading yang efektif. Berikut adalah faktor-faktor utama yang perlu dipantau secara konsisten.
Kebijakan Bank Sentral
Ini adalah faktor paling dominan. Keputusan suku bunga, forward guidance, dan program pembelian aset dari ECB, Bank of England (BOE), Bank of Japan (BOJ), Reserve Bank of Australia (RBA), dan bank sentral lainnya adalah penggerak utama minor pairs. Divergensi antara dua kebijakan bank sentral sering menciptakan tren yang kuat dan berlangsung lama.
Data Ekonomi Makro
Data seperti GDP (Produk Domestik Bruto), tingkat inflasi (CPI), data ketenagakerjaan, neraca perdagangan, dan indeks kepercayaan konsumen dari masing-masing negara yang terlibat dalam pasangan tersebut akan berdampak langsung pada pergerakan harga. Kalender ekonomi adalah alat wajib bagi setiap trader minor pairs.
Sentimen Pasar Global (Risk-On / Risk-Off)
Pergerakan global dalam appetite risiko sangat mempengaruhi pasangan yang melibatkan safe-haven currencies seperti JPY dan CHF. Saat ketidakpastian meningkat — krisis geopolitik, pandemi, krisis keuangan — JPY dan CHF menguat, menekan pasangan seperti EUR/JPY, GBP/JPY, dan AUD/JPY. Memahami sentimen pasar global adalah keunggulan kompetitif yang tidak ternilai.
Perkembangan Geopolitik dan Politik
Untuk pasangan yang melibatkan GBP, perkembangan politik di Inggris memiliki dampak besar — mulai dari isu Brexit, pemilihan umum, hingga kebijakan fiskal pemerintah. Demikian pula, ketegangan politik di Eropa atau kebijakan perdagangan internasional dapat mempengaruhi EUR secara signifikan.
Harga Komoditas
Untuk pasangan yang melibatkan AUD atau CAD, pergerakan harga komoditas utama — bijih besi, batubara, dan minyak mentah — adalah faktor fundamental yang harus dipantau. Kenaikan harga bijih besi yang signifikan, misalnya, biasanya akan memperkuat AUD dan mendorong penurunan EUR/AUD.
Waktu Terbaik untuk Trading Minor Pairs
Bagi trader di Indonesia yang beroperasi dalam zona waktu WIB (UTC+7), memahami sesi trading global menjadi kunci untuk memaksimalkan peluang sekaligus mengelola risiko.
Sesi London (Pukul 14:00 – 23:00 WIB)
Ini adalah waktu terbaik untuk trading minor pairs yang melibatkan mata uang Eropa seperti EUR, GBP, dan CHF. Sesi London membuka perdagangan dengan volume yang langsung melonjak signifikan, menciptakan kondisi likuiditas terbaik dengan spread yang lebih ketat. Pasangan seperti EUR/GBP, EUR/JPY, GBP/JPY, dan EUR/CHF paling aktif selama periode ini.
Tumpang Tindih London-New York (Pukul 19:00 – 23:00 WIB)
Periode tumpang tindih antara sesi London dan New York adalah waktu dengan likuiditas dan volatilitas tertinggi dalam sehari. Meskipun sesi New York lebih berfokus pada major pairs berdenominasi USD, dampaknya terhadap sentimen pasar secara keseluruhan juga mempengaruhi minor pairs. Rilis data ekonomi penting AS yang sering terjadi di awal sesi New York dapat mempengaruhi appetite risiko global dan berdampak ke seluruh minor pairs.
Sesi Asia (Pukul 07:00 – 16:00 WIB)
Sesi Asia sangat relevan untuk pasangan yang melibatkan JPY dan AUD. Berita dan data ekonomi dari Jepang, Australia, China, dan Korea Selatan dirilis selama sesi ini dan dapat menggerakkan AUD/JPY, EUR/JPY, GBP/JPY, serta pasangan berbasis AUD lainnya. Platform RRFX memberikan akses penuh selama sesi Asia, memungkinkan trader Indonesia untuk memanfaatkan pergerakan pasar yang terjadi di zona waktu yang paling nyaman.
Strategi Dasar untuk Trading Minor Pairs
Dengan memahami karakteristik unik minor pairs, berikut adalah beberapa pendekatan strategis yang dapat diterapkan.
Strategi Carry Trade
Carry trade adalah strategi di mana trader meminjam mata uang dengan suku bunga rendah untuk membeli mata uang dengan suku bunga tinggi, memanfaatkan selisih suku bunga (swap/rollover). Pasangan seperti AUD/JPY adalah kandidat carry trade klasik karena selisih suku bunga antara Australia dan Jepang yang signifikan. Dalam kondisi pasar yang stabil dan risk-on, carry trade pada minor pairs dapat menghasilkan profit dari pergerakan harga sekaligus dari pendapatan swap harian.
Strategi Divergensi Kebijakan Moneter
Trader fundamental sering menggunakan minor pairs untuk mengambil posisi berdasarkan divergensi kebijakan antara dua bank sentral. Misalnya, jika ECB sedang dalam siklus pengetatan (hawkish) sementara BOJ tetap ultra-dovish, EUR/JPY berpotensi naik secara fundamental. Strategi ini memerlukan pemahaman mendalam tentang siklus moneter masing-masing bank sentral, tetapi ketika diterapkan dengan benar, dapat menghasilkan trade dengan risk-reward yang sangat menguntungkan.
Strategi Breakout pada Level Kunci
Minor pairs sering membentuk konsolidasi dalam range yang cukup jelas selama periode sepi, kemudian melakukan breakout tajam saat sesi aktif dimulai atau saat rilis data ekonomi penting. Trader teknikal dapat memanfaatkan pola ini dengan memasang pending order di atas dan bawah area konsolidasi, kemudian menunggu mana yang terbreakout terlebih dahulu.
Swing Trading Berdasarkan Analisis Multi-Timeframe
Karena minor pairs cenderung memiliki biaya transaksi lebih tinggi, strategi swing trading yang membidik pergerakan 100 pips ke atas sering lebih efisien dibandingkan scalping. Trader dapat menggunakan timeframe harian (D1) untuk mengidentifikasi tren utama, timeframe 4 jam (H4) untuk mencari entry yang optimal, dan timeframe 1 jam (H1) untuk presisi entry dan penentuan stop loss.
Contoh Analisis Nyata: Membaca EUR/GBP
Mari kita ambil contoh konkret bagaimana seorang trader profesional mendekati analisis EUR/GBP. Misalkan nama trader kita adalah Reza, seorang analis di Jakarta yang menggunakan platform RRFX.
Reza memulai dengan analisis fundamental: ECB baru saja mengisyaratkan kemungkinan pemotongan suku bunga dalam pertemuan mendatang karena data inflasi Zona Euro yang melemah. Di sisi lain, Bank of England memberikan sinyal hawkish karena inflasi di Inggris masih di atas target. Divergensi ini secara fundamental bearish untuk EUR dan bullish untuk GBP, artinya EUR/GBP berpotensi turun.
Reza kemudian memeriksa chart D1 EUR/GBP dan menemukan bahwa pasangan ini sudah dalam tren turun selama beberapa minggu, sedang mendekati level support kunci. Ia beralih ke H4 dan melihat bahwa harga sedang membentuk koreksi ke atas menuju level resistance di sekitar 0.8580, yang juga bersamaan dengan area Fibonacci retracement 61.8% dari pergerakan turun terakhir.
Reza memasang pending sell order di 0.8575 dengan stop loss di 0.8620 (40 pips) dan target profit di 0.8480 (95 pips), memberikan risk-reward ratio sekitar 1:2.4. Posisi ini selaras dengan sentimen fundamental bearish sekaligus konfirmasi teknikal dari area resistance kunci.
Ini adalah contoh klasik dari pendekatan top-down analysis yang mengintegrasikan analisis fundamental makro dengan analisis teknikal multi-timeframe — pendekatan yang direkomendasikan oleh para instruktur di RRFX untuk trading minor pairs secara profesional.
Kesalahan Umum Trader dalam Trading Minor Pairs
Berdasarkan pengalaman mengajar dan memantau aktivitas trader, berikut adalah kesalahan-kesalahan yang paling sering terjadi saat trading minor pairs.
Mengabaikan Likuiditas Jam-Jam Tertentu
Banyak trader Indonesia yang mencoba trading EUR/GBP pada sesi Asia dini hari (pukul 01:00 – 07:00 WIB) dan mendapati spread yang sangat lebar serta slippage yang tidak wajar. Ini terjadi karena likuiditas pasangan tersebut sangat rendah di luar jam perdagangan Eropa. Selalu perhatikan jadwal sesi trading dan hindari memasuki posisi pada jam-jam sepi untuk pasangan yang tidak relevan dengan sesi tersebut.
Mengabaikan Korelasi Antar Pasangan
Minor pairs tidak bergerak dalam vakum. EUR/GBP, EUR/JPY, dan EUR/CHF semuanya memiliki EUR sebagai mata uang dasar, sehingga berkorelasi positif satu sama lain saat faktor EUR yang dominan. Membuka posisi yang sama pada beberapa pasangan yang berkorelasi tinggi secara efektif melipatgandakan eksposur risiko Anda tanpa diversifikasi nyata.
Tidak Memperhitungkan Spread dalam Kalkulasi Risiko
Spread EUR/GBP misalnya bisa 3-5 pips, sedangkan EUR/USD mungkin hanya 0.5-1 pip. Jika Anda menggunakan stop loss 20 pips, biaya spread yang lebih lebar ini secara signifikan memperburuk risk-reward ratio nyata posisi Anda. Selalu masukkan spread sebagai bagian dari kalkulasi biaya trading.
Terlalu Banyak Pasangan Sekaligus
Analisis minor pairs yang efektif membutuhkan pemantauan dua ekonomi sekaligus untuk setiap pasangan. Mencoba memantau 6-8 pasangan sekaligus akan menghasilkan overload informasi dan keputusan yang tidak terstruktur. Fokus pada 2-3 minor pairs yang Anda kuasai dengan baik jauh lebih produktif.
Tools dan Fitur Platform untuk Trading Minor Pairs
Trading minor pairs secara efektif membutuhkan dukungan platform dan alat yang tepat. RRFX menyediakan ekosistem trading yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan trader dalam menganalisis dan mengeksekusi posisi pada minor pairs.
Fitur kalender ekonomi terintegrasi di RRFX memungkinkan trader untuk memantau jadwal rilis data ekonomi penting dari seluruh negara — ECB meeting, keputusan BOE, rilis data ekonomi Jepang, dan lainnya — langsung dari dalam platform tanpa perlu beralih ke sumber eksternal. Ini sangat krusial untuk menghindari masuk posisi tepat sebelum rilis berita besar yang dapat menyebabkan volatilitas ekstrem.
Selain itu, fitur analisis teknikal multi-timeframe di RRFX memungkinkan trader untuk dengan cepat beralih antara chart D1, H4, H1, dan M15 untuk menerapkan metodologi top-down analysis yang dibutuhkan dalam trading minor pairs profesional. Akun demo RRFX juga tersedia sepenuhnya untuk mempraktikkan strategi-strategi yang telah dibahas dalam artikel ini tanpa risiko finansial.
Minor Pairs vs Major Pairs: Mana yang Lebih Cocok untuk Anda?
Tidak ada jawaban universal untuk pertanyaan ini. Pilihan antara major pairs dan minor pairs sangat bergantung pada gaya trading, ketersediaan waktu, kedalaman analisis, dan preferensi pribadi masing-masing trader.
Jika Anda adalah seorang pemula yang baru memasuki dunia forex, memulai dengan major pairs seperti EUR/USD atau GBP/USD memang lebih disarankan — spread lebih rendah, sumber informasi dan analisis lebih banyak tersedia, dan likuiditas lebih tinggi. Setelah Anda membangun fondasi yang solid dalam membaca pasar dan mengelola risiko, menjelajahi minor pairs adalah langkah natural berikutnya.
Bagi trader yang sudah berpengalaman, minor pairs menawarkan diversifikasi yang berharga dan peluang yang sering kali lebih “bersih” — tidak tercemari oleh pengaruh omnipresent USD yang dapat mengacaukan analisis. Kombinasi trading di kedua kategori pasangan ini, dengan pemahaman mendalam tentang karakteristik masing-masing, adalah ciri khas trader yang benar-benar profesional.